Lompat ke isi utama

Berita

Humas Harus Memberikan Informasi Yang Berkualitas Kepada Publik

Humas Harus Memberikan Informasi Yang Berkualitas Kepada Publik

Kalabahi, Humas Bawaslu Alor- Seiring dengan kesadaran humas memegang peranan yang sangat penting dalam membangun citra Lembaga, keberadaan Humas merupakan suatu kebutuhan yang harus diprioritaskan. Untuk itu perlu juga didukung Sumber Daya Manusia (SDM) dengan kapasitas yang kompeten di bidang kehumasan. Profesionalitas dalam kehumasan menjadi kunci utama dalam menjalankan tugas, untuk itu diperlukan standar kompetensi pada posisi tersebut sebagai budaya kerja yang baik.

Koordinator Divisi Pengawasan, Hubungan Masyarakat dan Hubungan Antar Lembaga (Humas-Hubal) Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Alor Orias Langmau, SE bersama Staf Humas Daniel Mabilehi, SH mengikuti “Bimbingan Teknis (Bimtek) Peliputan dan Penulisan Berita” yang diselenggarakan oleh Bawaslu Kabupaten Manggarai, Jum’at (03/12/2021).

Kegiatan dilakukan secara Daring dengan menghadirkan Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat Bawaslu RI Agung Bagus Gede Bhayu Indra Atmaja. Sementara Narasumber pada kegiatan dimaksud, Ranap Tumpal THS selaku Staf Pemberitaan dan Publikasi Bawaslu RI.

Agung menyampaikan, untuk membangun strategi kehumasan yang matang, dapat terwujut demi harmonisasi bagi seluruh jajaran Humas pengawas Pemilu di seluruh Indonesia. Bawaslu memiliki kemampuan dalam menciptakan konten pemberitaan pada website, yang berkualitas untuk di konsumsi publik demi citra lembaga yang baik.

Kepala Biro Hukum Dan Hubungan Masyarakat itu menambahkan, peran dan strategi kehumasan sangat strategis dan penting bagi sebuah lembaga termasuk Bawaslu. untuk itu, manfaatkan Humas dengan baik untuk memberikan informasi kepemiluan yang berkualitas bagi publik.

Pada kesempatan itu, Staf Pemberitaan dan Publikasi Bawaslu RI Ranap THS dalam pemaparan materi yang bertajuk “ Menentukan Angle Berita Secara Cepat” menjelaskan, dalam menuliskan berita, maka penulis atau peliput bisa segera mengetahui permasalahan berdasarkan kewenangan dan urgensinya. Hal ini dapat segera membantu apabila berita yang dituliskan menjadi ‘kering’ dengan memberikan tambahan data atau tambahan wawancara lanjutan. Dengan begitu, berita reportase atas kegiatan seremonial bisa pula menyajikan berita mendalam (in-depth)

Ranap menjelaskan, dalam penulisan berita, juga mempunyai kriteria yang disebut nilai berita  yakni Magnitude; terdiri dari Seberapa luas dampaknya terhadap masyarakat. Hal ini juga menyangkut pentingnya informasi dan tingkat kebaruan, peristiwa dengan  Proximity; Bagaimana kedekatan informasi dan pembaca merupakan bagian penting, Prominence; Ketokohan dalam isi berita. Humas Bawaslu sebisa mungkin mengangkat citra kelembagaan atau disebut penjenamaan. Conflict; hal tersebut berkaitan dengan tugas Bawaslu sebagai penyelesaian, Human Interest; Menggambarkan suasana hati, baik itu suka maupun duka. Penjelasan selanjutnya, terkait sistematika penulisan dengn menggunakan piramida terbalik. Dijelaskan bahwa Dengan cara ini, lebih memudahkan penulis untuk menulis. Kepadatan tulisan pun menjadi bagian penting karena lewat struktur ini, pembaca dengan cepat mengetahui apa inti isi dari berita tersebut. Kegiatan dilanjutkan dengan diskusi yang  diikuti  sejumlah ketua dan anggota Bawaslu kabupaten/kota se-provinsi NTT sampai selesai. *Denjo