Thomas Djawa: “Informasi Yang Kita Sampaikan Ke Publik Harus Mencerahkan”
|
Kalabahi, Humas Bawaslu Alor- Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Nusa Tenggara Timur gelar bimtek penulisan dan peliputan berita dengan topik “Pers dan Tren Media Sosial dan Menggunakan Media Sosial Dalam Menyampaikan Pesan Pengawasan.”
Kegiatan ini melibatkan Ketua dan Anggota Bawaslu Kabupaten/kota serta 1 (satu) orang staf kehumasan 22 Kabupaten/kota se-Provinsi Nusa Tenggara Timur, kegiatan dilakukan dalam jaringan (daring) melalui aplikasi zoom, senin (16/08/2021).
Bimtek dilakukan untuk meningkatkan kapasitas Anggota Bawaslu Kabupaten/Kota dan staf sekretariat dalam mengelola website dan media, baik media sosial maupun media cetak di lingkup Bawaslu Kabupaten/Kota.
Ketua dan Anggota Bawaslu Alor, Kordinator Sekretariat serta staf humas mengambil bagian dalam kegiatan tersebut. Narasumber dalam kegiatan ini adalah Marthen Bana selaku Jurnalis, Aktivis dan Pemerhati Media."
Pada kesempatan itu Ketua Bawaslu NTT, Thomas M. Djawa, S.H dalam sambutan pembukaan mengungkapkan dirgahayu ke-3 Bawaslu Kabupaten/kota yang jatuh pada 15 Agustus kemarin, diminta untuk tetap profesional dan menjaga netralitas.
“hari ini topik yang kita bahas cukup menarik karena berhubungan dengan penggunaan media sosial dalam menyebarkan informasi pengawasan khususnya jelang pemilu serentak 2024” ungkapnya.
Mantan anggota KPU Kabupaten Ngada ini juga memberi apresiasi atas kreativitas Bawaslu Kab/kota dalam konteks penyajian informasi selama ini, sungguh luar biasa. Hampir semua aktivitas lembaga diekspos di media sosial.
Disampaikan selain upgrade kembali kemampuan kita dalam bimtek hari ini, meski secara virtual tetapi harus maksimal. Tentu dengan narasumber yang kualifikasi, kapabilitas dan profesional, dalam giat hari ini diharapkan dimanfaatkan dengan baik.
“Informasi yang kita sampaikan ke publik harus berkualitas, sehingga dapat berguna dan mencerahkan masyarakat.” Tegasnya
Sementara itu Jemris Fointuna, S.Pi Kordiv Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga, mengatakan independensi dan profesional Bawaslu kab/kota dalam mengurus media internal harus dijaga, karena informasi kita dikonsusi publik.
“kegiatan hari ini bukan hal baru lagi, kita bukan belajar teori jurnalistik dasar tetapi lebih ke pengelolah konten media yang profesional.” Ungkapnya
Kordiv SDM dan Organisasi Bawaslu NTT, Baharudin Hamzah, M.Si mengatakan menulis itu keterampilan yang harus terus dilatih; demikian statement sekaligus harapan Hamzah, yang disampaikan dalam giat Bimtek Peliputan dan Penulisan Berita.
“Fungsi media harus didapat oleh pembaca seperti edukasi, informasi, hiburan dapat terwujud.” Ungkapnya
Kordiv Hukum Melpi M. Marpaung, ST menjelaskan dengan mengupdate ilmu, maka informasi kita ke publik menjadi lebih baik.
“Masih ada Bawaslu kab/kota yang belum bergerak dalam penulisan berita, karena itu tetaplah berkarya dan menulis berita di website atau buletin.” Tegasnya
ia juga berharap agar kita terus berproses dalam upaya meningkatkan kapasitas untuk kepentingan pemberian informasi pemilu atau pilkada ke publik.
Kordiv Penyelesaian Sengketa Noldi Tadu Hungu, S.Pt juga mengapresiasi kegiatan bimtek penulisan dan peliputan berita sebab Bawaslu adalah lembaga pengawasan pemilu dan pilkada, sehingga membutuhkan ilmu jurnalistik penulisan berita untuk menyampaikan setiap informasi lembaga ke publik.
“kegiatan hari ini dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bagian kehumasan. Setiap data yang kita peroleh, harus diolah secara baik dan dapat disajikan sebagai informasi yang menarik untuk dibaca.” Ucapnya. *Jn