Lompat ke isi utama

Berita

Anggota Bawaslu Kab. Alor Turut Serta Dalam Sidang MPR Tahun 2020

Anggota Bawaslu Kab. Alor  Turut Serta Dalam Sidang MPR Tahun 2020

Kalabahi-Humas Bawaslu Alor. Kordiv PHL Orias Langmau bersama Kordiv. Organisasi dan SDM Amirudin Bapang,S.Pt menyaksikan Sidang Tahunan MPR tahun 2020. Jumad 14/08/2020 di Aula Sekretariat Bawaslu Kab.Alor melalui Chanel TV One . Sidang yang digelar di Gedung MPR RI itu terdapat 274 Anggota yang hadir secara Virtual. Ketua MPR RI Bambang Soesatyo dalam pidatonya mengungkapkan Sidang MPR tahun 2020 telah memberikan warna tersendiri dalam kehidupan demokrasi dan ketatanegaraan kita.sidang tahunan MPR memiliki arti yang sangat penting bagi lembaga-lembaga Negara untuk menegakkan kedaulatan Rakyat,membagun komonikasi sekaligus wahana untuk menumbuhkan kepercayaan masyarakat melalui laporan kinerja pelaksanaan wewenang dan tugas kostitusionalnya masing-masing lembaga Negara sebagaimana diamanatkan unadang-undang Dasar RI tahun 1945. disisi lain, lanjut Bambang. Sidang MPR juga menjadi wahana menumbuhkan demokrasi yang menjamin hak hak warga negara untuk mendapatkan informasi tentang tugas lembaga lembaga Negara sesuai amanat kostitusi. Juga niscaya menjadi ruang untuk melakukan evaluasi dan refleksi bagi bagi masyarakat atas pelaksanaan Undang-Undang dasar Negara Repoblik Indonesia 1945,implementasi prinsip guna mewujudkan implementasi kontrol dan keseimbangan dalam sistem ketatanegaraan indonesia. Dalam pengantar, Ketua DPR RI. Puan Maharani menyampaikan pentingnya menjaga kerja sama antar lembaga karena kewenangan yang dimiliki oleh setiap lembaga negara ada yang dapat dilaksanakan secara mandiri dan ada juga yang harus dikerjakan bersama dengan lembaga lain.lembaga negara yang ada saat ini juga mencerminkan adanya keseimbanhan kekuasaan . Sidang tahun ini sedikit berbeda dengan sidang-sidang tahun sebelumnya hal ini terjadi karena situasi saat ini masi diliputi Pandemi Covid-19.saat ini kita bersama sedang menghadapi pandemi Covid-19 yang telah berdampak luas terhadap seluruh sendih kehidupan rakyat dan penyelenggaraan Negara. Pandemik tersebut memberikan ancaman yang sangat serius terhadap keselamatan rakyat,perekonomian negara dan rumah tangga serta kesejahteraan rakyat.sampai dengan tanggal 13 Agustus 2020 terdapat 132.816 kasus Covid-19 yang tersebar di 34 provinsi dan 4480 kab./kota dengan jumlah yang dinyatakan sembuh 87.588 orang dan jumlah yang meninggal dunia mencapai 5.968 jiwa.pada sektor ekonomi nasional, sumber sumber pertumbuhan ekonomi Nasional mengalami kontraksi pada kwarta kedua tahun ini , pertumbuhan ekonomi berkontraksi hingga minus 5,32%.semua sektor dan lapangan usaha rakyat terganggu sehingga mengakibatkan berkurangnya pendapatan,meningkatnya pengangguran,meningkatnya angka kemiskinan dan menurunnya derajat kesejahteraan rakyat secara luas.Menghadapi kodisi bencana non alam yang luar biasa ini diperlukan kehadiran negara untuk menyelamatkan rakyat dari ancaman krisis kesehatan,ancaman krisis ekonomi dan ancaman krisis kesejahteraan dengam melakukan upaya-upaya yang luar biasa melalui serangkaian kebijakan dan progran penanggulan covid-19 dan dampaknya untuk meningkatkan kapablitas dibidang kesehatan,memperluas perlindungan sosial,melaksanakan pembatasan sosial berskala besar serta mempercepat pemulihan ekonomi.ucap Maharani. Presiden Repoblik Indonesia. Joko Widodo menyampaikan beberapa hal dalam pidatonya bahwa perekonomian semua negara saat ini semua macet. Semua negara harus menjalani mati komputer sesaat harus melakukan restar dan semua negara mempunyai kesempatan mengseting ulang sitemnya. Presiden RI ke 7 itu berharap dengan adanya musibah ini kita menjadikannya menjadi sebuah kebangkitan baru untuk melakukan sebuah lompatan besar.inilah saatnya kita membenahi diri secara fundamentak melakukan transformasi besar,menjalankan strategi besar dibidang ekonomi,Hukum,Pemerintahan,Sosial, kebudayaan termasuk kesehatan dan pendidikan. Kita harus melakukan revormasi fundamental dalam cara bekerja,kesiap-siagaan dan kecepatan kita diuji,kita harus menyiapkan rumah sakit,rumah isolasi,obat-obatan, alat kesehatan dan mendisiplinkan protokol kesehatan. Ketika krisis kesehatan berdampak pada masyarakat maka kita harus cepat bekerja memberi bantuan sosial terhadap masyarakat melalui bantuan sembako dan bantuan tunai. Tandas Widodo. *Denjo