Bawaslu Alor Gelar Ngabuburit Edisi III, James Ratu Bedah Strategi Penguatan Kapasitas SDM Pengawas
|
Kalabahi - Humas Bawaslu Alor. Mengisi momentum bulan suci Ramadhan dengan kegiatan produktif, Bawaslu Kabupaten Alor menggelar kegiatan Ngababurit edisi III bertajuk "Rancang Bangun Kapasitas SDM dan Organisasi Pengawas Pemilu yang Efektif", Jumat (13/3/2026) di kantor Bawaslu Kabupaten Alor.
Kegiatan kali ini menghadirkan narasumber utama, Anggota Bawaslu Provinsi NTT James Welem Ratu, membedah materi krusial mengenai "Rancang Bangun Kapasitas SDM dan Organisasi Pengawas Pemilu yang Efektif". Diskusi yang berlangsung secara virtual ini diikuti oleh jajaran Bawaslu Alor, dengan tujuan memperkuat pondasi internal lembaga.
Dalam paparannya, James menekankan bahwa efektivitas pengawasan pemilu sangat bergantung pada integritas dan kematangan kompetensi personal setiap pengawas. Menurutnya, organisasi yang kuat hanya bisa lahir dari SDM yang memiliki pemahaman regulasi yang mendalam serta mentalitas yang tangguh di lapangan.
"Organisasi yang efektif adalah organisasi yang mampu menyelaraskan kompetensi personal dengan visi lembaga. Pengawas pemilu harus memiliki kecepatan dalam bertindak dan ketepatan dalam mengambil keputusan hukum," ujar James dalam sesi daring tersebut.
Anggota Bawaslu NTT yang membidangi Kordiv SDM, Organisasi Dan Diklat itu menjelaskan, organisasi pengawas pemilu yang efektif memerlukan SDM yang memiliki:
- Penguatan Literasi Hukum: Pentingnya penguasaan regulasi terbaru sebagai senjata utama pengawas di lapangan.
- Soliditas Organisasi: Membangun komunikasi berjenjang yang sehat antara Bawaslu Kabupaten hingga Pengawas TPS.
- Adaptasi Teknologi: Pemanfaatan sistem informasi pengawasan untuk menciptakan organisasi yang lebih transparan dan akuntabel.
- Kompetensi Komunikasi Publik: edukasi masyarakat pengawasan partisipatif
James menambahkan bahwa regulasi pengawasan pemilu di Indonesia sudah cukup kuat melalui Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. Namun masih terdapat kesenjangan antara regulasi dan implementasi, terutama pada kapasitas SDM pengawas; kelembagaan pengawasan di tingkat bawah; khususnya pada penegakan hukum pemilu; pengawasan kampanye digital.
Disampaikan bahwa rancang bangun kapasitas SDM dan organisasi pengawas pemilu yang efektif, memerlukan integrasi antara struktur organisasi yang jelas, SDM profesional dan berintegritas, sistem teknologi pengawasan, manajemen kinerja yang kuat, dan partisipasi masyarakat. Kombinasi tersebut akan memperkuat kualitas pengawasan pemilu serta meningkatkan integritas dan legitimasi demokrasi.
Satu poin krusial yang digarisbawahi dalam Ngabuburit Demokrasi kali ini adalah mengenai Refleksi Ramadan Ngabuburit Demokrasi. Dikatakan bahwa Puasa mengajarkan nilai kejujuran; Amanah; pengendalian diri; keadilan. Nilai tersebut penting dalam menjaga integritas pengawasan pemilu.
Momentum ngabuburit dapat dimanfaatkan untuk diskusi demokrasi, edukasi pengawasan pemilu, dan meningkatkan kesadaran politik masyarakat . Pernyataan tersebut diperkuat dengan argumen bahwa Penguatan kapasitas SDM dan Organisasi Bawaslu menjadi salah satu kunci dalam mewujudkan pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas.
Ketua Bawaslu ALor Oris Langmau dalam arahan pembuka mengatakan, kegiatan ini merupakan agenda nasional yang harus ditindak lanjut secara bersama secara berjenjang di di tiap kabupaten/ kota. Dengan adanya agenda persiapan membuka puasa melalui kegiatan ini, tentu meningkatkan kapasitas sumber daya kita dengan berbagai materi yang bernuansa religius.
“ada hal-hal yang bisa kita ketahui melalui tausia atau pendalaman nilai-nilai keagamaan yang bisa kita pelajari untuk ditindaklanjuti dalam tugas- tugas kelembagaan kita,” Ungkap Langmau.
Selain itu, kata Langmau, dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab, kita terus berbenah, dan mengasah kemampuan kita agar memiliki nilai integritas dan profesional sesuai dengan norma-norma yang sudah diatur sebagai pedoman dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab dalam menjalani tugas kelembagaan.
kegiatan tidak hanya berhenti pada penyampaian materi. Forum Ngabuburit Demokrasi ini ditutup dengan sesi diskusi yang menjadi wadah bagi peserta untuk saling bertukar pikiran dan mempertajam perspektif nilai ibadah puasa dan demokrasi.