Bawaslu Alor Konsolidasi Demokrasi di Untrib Kalabahi, Soroti Politik Uang hingga Netralitas ASN
|
Kalabahi, Humas Bawaslu Alor, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Alor melakukan kunjungan ke Universitas Tribuana Kalabahi (Untrib) dalam rangka memperkuat konsolidasi demokrasi dan pengawasan partisipatif. Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Rektor Untrib di ruang kerjanya, Rabu (29/4/2026).
Elia Maruli, S.E., M.M. Rektor Untrib bersama Wakil Rektor IV Dr. Jahved Ferianto Maro, S.Pi, M.Si menyambut baik kehadiran Bawaslu Alor dan mengapresiasi langkah koordinasi yang dibangun. Ia menegaskan komitmen kampus untuk mendukung pengawasan partisipatif serta menindaklanjuti nota kesepahaman (MoU) yang sebelumnya telah disepakati antara Kampus Untrib dan Bawaslu Alor.
Dalam pertemuan tersebut, Orias Langmau Ketua Bawaslu Alor menekankan pentingnya konsolidasi kelembagaan di masa non-tahapan pemilu guna memperkuat sistem demokrasi yang berkeadilan. Salah satu isu utama yang disoroti adalah praktik politik uang yang dinilai masih menjadi tantangan serius dalam setiap kontestasi demokrasi.
“Politik uang masih menjadi catatan penting. Ini harus kita lawan bersama agar ke depan kualitas demokrasi semakin baik,” ungkapnya
Ia juga mengajak masyarakat, khususnya mahasiswa, untuk menjadi pemilih cerdas yang mampu menolak praktik-praktik yang mencederai demokrasi. Kampus dinilai memiliki peran strategis dalam memberikan edukasi politik serta mendorong mahasiswa untuk aktif mengkaji isu demokrasi melalui penelitian akademik.
Selain itu, evaluasi pelaksanaan pemilu sebelumnya turut dibahas, termasuk pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) pada pemilihan DPRD yang diduga diwarnai praktik politik uang. Meski penanganan telah dilakukan secara administratif, Bawaslu menilai masih terdapat kelemahan dalam aspek regulasi.
Isu netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) juga menjadi perhatian. Bawaslu mencatat adanya sanksi administratif seperti penurunan dan penahanan pangkat terhadap ASN yang melanggar, dan menegaskan bahwa pengawasan terhadap netralitas ASN akan terus diperkuat.
Tak hanya itu, isu SARA yang pernah memicu konflik sosial di Kabupaten Alor turut menjadi bahan refleksi bersama. Bawaslu menekankan pentingnya pencegahan dini melalui edukasi dan sosialisasi, terutama di lingkungan kampus.
“Kolaborasi ini penting untuk memperkuat demokrasi di Kabupaten Alor. Pengawasan bukan hanya tugas Bawaslu, tetapi tanggung jawab bersama,” ucap Orias
Anggota Bawaslu Alor, Therlince Loisa Mau menyampaikan Rancangan Kegiatan kedepan bersama Universitas Tribuana dalam Sosialisasi dan Edukasi berkaitan dengan Mahasiswa dalam mengawal Demokrasi, dan Peran Bawaslu dalam Pelaksanaan 3 Tupoksi, pengawasan, Pencegahan dan Penindakkan...
Ia berharap Peran Pengawasan Partisipatif kedepan bisa menghasilkan Kualitas Demokrasi yang Terukur dan Militan.
“Mahasiswa adalah bagian penting dari agen pengawas partisipatif yang dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat,” Ujarnya
Sementara itu, Salim Suro Ratu Anggota Bawaslu Alor menambahkan bahwa Koordinasi terkait konsolidasi demokrasi ini merupakan bagian dari agenda nasional yang terus dijalankan. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat sistem pengawasan pemilu.
Menurutnya, program kader pengawas partisipatif akan terus digencarkan melalui sosialisasi yang melibatkan berbagai elemen masyarakat. “Ini adalah tanggungjawab bersama agar perjalanan demokrasi di Kabupaten Alor ke depan bisa lebih baik,” pungkasnya.
Bawaslu Kabupaten Alor bersama Untrib berkomitmen melanjutkan kerja sama melalui program kader pengawas partisipatif dan sosialisasi berkelanjutan guna menciptakan proses demokrasi yang lebih berkualitas di Kabupaten Alor kedepanya.