Evaluasi PDPB: Bawaslu NTT Tegaskan Pentingnya Dampak Nyata dan Inovasi Program Pengawasan
|
Kalabahi, Humas Bawaslu Alor – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali merapatkan barisan. Menggandeng seluruh jajaran pimpinan Bawaslu Kabupaten/Kota se-NTT, Bawaslu NTT menggelar Rapat Evaluasi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Pengawasan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) secara daring pada Kamis (6/7/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (HP2H) dari 22 kabupaten/kota termasuk Bawaslu Kabupaten Alor yang dihadiri oleh Kordiv HP2H Salim Suro Ratu bersama staf. Agenda dibuka langsung oleh Anggota Bawaslu NTT sekaligus Koordinator Divisi P2H, Amrunur Muh. Darwan, didampingi Kepala Bagian Pengawasan, Denny Fanny Matulessy, serta dipandu oleh Djembri Pahwali sebagai moderator.
Dalam arahan pembukanya, Amrunur menegaskan bahwa ruang evaluasi ini bukan sekadar rutinitas formal, melainkan wadah untuk mengukur sejauh mana kerja-kerja pengawasan memberi dampak nyata di lapangan.
"Fokus evaluasi kita hari ini ada tiga yaitu pencegahan, partisipasi masyarakat termasuk program yang sudah berjalan, serta pengawasan PDPB. Apalagi data pemilih triwulan II sudah direkap secara nasional, jadi ini harus menjadi perhatian serius kita bersama," ujar Amrunur.
Ia menambahkan, tolok ukur suksesnya evaluasi adalah hadirnya perubahan dan kemajuan pada aspek kerja dari waktu ke waktu. Menurutnya, indikator keberhasilan tersebut dapat dilihat dari dua hal utama yakni seberapa jauh progres kegiatan pengawasan di tiap daerah, serta bagaimana volume kegiatan kelembagaan di masing-masing kabupaten/kota, apakah terus meningkat atau justru menurun.
Amrunur juga mengingatkan bahwa pimpinan Bawaslu RI terus mendorong seluruh jajaran di daerah untuk tiada henti melahirkan inovasi program.
"Kita semua dipacu oleh pimpinan pusat untuk terus berinovasi, terutama dalam program kegiatan kelembagaan. Karena itu, ruang evaluasi ini kita buka selebar-lebarnya agar kita bisa berdiskusi, saling memberi masukan, dan tumbuh bersama," pungkasnya.
Suasana rapat berlangsung interaktif hingga akhir sesi. Melalui diskusi hangat dan terbuka, para peserta dari kabupaten/kota menyampaikan berbagai catatan lapangan serta gagasan segar demi memperkuat strategi pengawasan dan mengawal kualitas data pemilih di NTT ke depan.