Lompat ke isi utama

Berita

Konsolidasi Demokrasi Jadi Ruang Evaluasi Bersama, "Penyelenggara dan Peserta Satukan Pikiran"

humas

 

Kalabahi, Humas Bawaslu Alor – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Alor melakukan langkah preventif dengan menggelar agenda konsolidasi demokrasi di Sekretariat DPD Partai NasDem Kabupaten Alor pada, Selasa (5/5/2026). Pertemuan tersebut dihadiri Orias Langmau, Therlince Loisa Mau, Salim Suro Ratu, selaku ketua dan Anggota Bawaslu Kabupaten Alor serta staf, kehadiran tersebut disambut langsung oleh ketua DPD Nasdem Denny Padabang, Sekretaris DPD Nasdem Jonny Tulimau bersama pengurus DPD Partai Nasdem Kabupaten Alor.

Dalam pertemuan tersebut, Orias Langmau, SE selaku ketua Bawaslu Alor memberikan perhatian khusus terkait tiga kerawanan utama pemilu: politik uang (money politics), isu SARA, dan penyebaran berita bohong (hoaks) dan tidak lupa juga terkait netralitas ASN, dalam arahannya menekankan bahwa partai politik memiliki tanggung jawab moral untuk mengedukasi konstituennya. Ia menegaskan bahwa politik uang bukan sekadar pelanggaran administratif, melainkan racun yang merusak tatanan demokrasi di kabupaten Alor.

"Kami hadir untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai aturan. Kami berharap Partai Nasdem dan seluruh simpatisannya untuk menjauhi praktik politik uang, mari kita adu gagasan bukan adu isi dompet," tegas Orias di hadapan pengurus partai.

Senada dengan hal tersebut, Anggota Bawaslu Alor, Therlince Loisa Mau, menyoroti penggunaan isu SARA yang sering kali memicu polarisasi di masyarakat. Menurutnya, perbedaan pilihan adalah hal wajar, namun jangan sampai merusak kerukunan dan tatanan sosial kemasyarakatan yang telah terjaga lama di Alor. Sebagai seorang srikandi yang saat ini menduduki jabatan penyelenggara Thelince juga menyoroti isu kesetaraan Gender dalam politik, ia berharap Perempuan tidak hanya digunakan sebagai pelengkap administrasi semata tetapi Perempuan diharapkan memiliki peran strategis dalam demokrasi terutama dalam penempatan posisi strategis dalam partai, menurutnya kekerasan berbasis Gender juga menjadi hal penting yang harus di perhatikan, dari hasil evaluasi nasional terdapat beberapa poin yang menjadi catatan bersama diantaranya, pengrusakan APK milik caleg Perempuan, phising simbolis, psikologis, kekerasan seksual dan tekanan finansial ekonomi, ia berharap partai Nasdem menjadi corong dan contoh yang baik sebab dalam kubuh DPD partai Nasdem kabupaten Alor sendiri memiliki kader-kader Perempuan yang potensial dan cukup menonjol saat ini. 

Sementara itu, Anggota Bawaslu Salim Suro Ratu memberikan atensi khusus pada penyebaran hoaks di era digital. Ia mengingatkan bahwa penyebar hoaks dapat terjerat pidana pemilu maupun UU ITE. 

Salim mengimbau agar seluruh kader partai untuk menjadi filter pertama dalam penyebaran informasi. Beliau menegaskan bahwa verifikasi informasi adalah kewajiban mutlak sebelum sebuah pesan dilempar ke ruang publik.

"Kami meminta seluruh kader tidak terburu-buru dalam menyebarkan informasi. Saring sebelum sharing. Pastikan kebenarannya agar tidak menjadi konsumsi publik yang menyesatkan," ujar Salim di hadapan pengurus partai.

Lebih lanjut, Salim menyoroti peran strategis partai dalam edukasi pemilih. Menurutnya, partai politik harus menjadi garda terdepan dalam menangkal informasi palsu atau hoaks, baik yang menyerang lawan politik maupun yang mendiskreditkan penyelenggara pemilu. Hal ini krusial untuk menjaga stabilitas sosial dan kepercayaan masyarakat terhadap proses demokrasi.

Terkait pola komunikasi di jagat maya, Salim mendorong terciptanya kampanye sehat. Ia mengajak para kontestan untuk mengoptimalkan media sosial sebagai sarana sosialisasi program kerja yang konstruktif dan edukatif.

"Mari kita ubah narasi di media sosial. Fokuslah pada adu gagasan dan program yang membangun. Dengan begitu, kita tidak hanya mengejar kemenangan, tetapi juga memberikan pendidikan politik yang berkualitas bagi masyarakat Alor," tutupnya dalam kunjungan tersebut.

ketua DPD Partai Nasdem menyambut baik konsolidasi ini dan menyatakan kesiapannya untuk mematuhi seluruh regulasi yang ada, dalam kesempatan ini juga beberapa masukan sebagai bentuk evaluasi disampaikan oleh pengurus yang sebahagian besar adalah para caleg pada periode kemarin. Agenda ini ditutup dengan komitmen bersama untuk menciptakan iklim demokrasi di Kabupaten Alor yang bersih, damai, dan bermartabat menjelang tahapan pemilu mendatang.