Lawan Anomali Pemilu Era Digital, Bawaslu Alor Bedah Modul Pengawasan Berbasis Teknologi.
|
Kalabahi, Humas Bawaslu Alor, Bawaslu Kabupaten Alor menggelar diskusi bedah modul terkait pemanfaatan pemodelan produktif dan deteksi anomali dalam pengawasan pemilu di era digital, Kamis (21/5/2025). Kegiatan ini diikuti Ketua dan Anggota serta Korsek bersama staf sekretariat Bawaslu Alor dengan pemateri internal Hasdar Bahri (Staf PNS).
Diskusi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas pengawasan pemilu berbasis digital sekaligus menjawab tantangan perkembangan teknologi dalam proses pengawasan ke depan.
Anggota Bawaslu Alor Therlince Loisa Mau menegaskan, pentingnya kesiapan sumber daya manusia dalam menghadapi transformasi digital pada sistem pengawasan pemilu.
“Kita harus mampu menjawab tantangan digital ke depan dan mempersiapkan digitalisasi pengawasan yang semakin berkembang,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Bawaslu Alor, Orias Langmau, mengakui penerapan sistem digital membawa manfaat besar, namun masih dihadapkan pada sejumlah tantangan, terutama kondisi geografis Kabupaten Alor yang luas serta keterbatasan sarana, prasarana, dan kemampuan sumber daya manusia dalam teknologi yang ada.
Menurutnya, kesiapan pengawas pemilu di tingkat bawah menjadi faktor penting dalam implementasi sistem pengawasan berbasis teknologi.
“Apakah pengawas pemilu di tingkat memiliki kemampuan serta sarana dan prasarana yang memadai. Tantangan ini menjadi hambatan terbesar yang perlu dijawab bersama,” kata Orias.
Ia menambahkan, diperlukan perencanaan jangka panjang untuk memperkuat kapasitas kelembagaan, termasuk peningkatan kemampuan sumber daya manusia agar mampu mengembangkan dan mengendalikan sistem digital dalam proses pengawasan pemilu.
Selain itu, evaluasi terhadap berbagai kendala yang dihadapi selama pelaksanaan pengawasan sebelumnya juga menjadi perhatian agar dapat diantisipasi pada tahapan pemilu mendatang.