Lompat ke isi utama

Berita

Menghadapi Pemilu 2024 Bawaslu Alor Hadiri Gelar Persiapan

Menghadapi Pemilu 2024 Bawaslu Alor Hadiri Gelar Persiapan

Kalabahi, Bawaslu Alor- Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Alor mengikuti kegiatan yang diselenggarakan Bawaslu RI dengan tema “Persiapan dan Tantangan Pelanggaran Pemilu dan Pemilihan Serentak Tahun 2024” secara Daring. Kegiatan yang diadakan, Rabu (16/06/2021) Pukul 13: 00 WIB – Selesai tersebut diikuti oleh rekan media, akademisi, masyarakat umum dan seluruh Bawaslu Kab/Kota se-Indonesia

Kegiatan Persiapan dan Tantangan Pelanggaran Pemilu dan Pemilihan Serentak Tahun 2024 menghadirkan beberapa narasumber diantaranya Fritz Edward Siregar selaku Anggota Bawaslu RI, I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi selaku Anggota KPU RI, Kaka Suminta selaku Sekjen KIPP, Bambang Setiawan selaku Peneliti Senior Litbang Kompas dan Emir Chairullah selaku Media Indonesia.

I Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi menyampaikan bahwa salah satu untuk menghadapi Pemilu dan Pemilukada secara Nasional perlu adanya persiapan sejak dini, meliputi : logistik, Penyelenggara dan Badan Ad Hoc, Pencalonan, Pemungutan, Penghitungan dan Rekapitulasi Suara, Penyelesaian Sengketa, Pemutakhiran Data Pemilih, anggaran serta kondisi alam dan non alam.

Dalam kesempatan yang sama Fritz Edward Siregar menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan series dalam rangka persiapan penyambutan Pemilu pada Tahun 2024 mendatang. Kegiatan diskusi akan dilakukan bertahap kurang lebih 10 kali dengan mengangkat beberapa isu-isu penting mengenai : SDM, logistik, Partai Politik, Data Pemilih, cuaca, dan persiapan Pemilu dalam suasana Covid yang diselenggarakan secara berkala merupakan bahan masukan kami di Bawaslu untuk bagaimana mempersiapkan dan bagaimana melakukan a judgement dalam proses Pengawasan, Penganggaran, dan bimtek yang disampaikan.

Kaka Suminta juga penjelasannya lebih mengarah kepada permasalahan-permasalahan yang akan dihadapi diantaranya : masalah keserentakan, masalah yang dihadapi Pemilu dan Demokrasi, masalah dalam Pemilu, masalah dalam Pemilihan, dan pendapat sebagai penutup dari pemaparannya.

Emir Chairullah menyampaikan beberapa konsep ideal bagi penyelenggara, Peserta dan Pemilih serta menuturkan beberapa realitas seperti : Politik Uang semakin tidak terkendali dan panjangnya durasi kampanye dimanfaatkan sebagai ajang untuk menyebarkan kampanye hitam atau kabar bohong.

Bambang Setiawan disela-sela pemaparannya menegaskan mengenai dana Kampanye di masing-masing Paslon yang dinilai kurang transparan, “Mestinya ada 1 (satu) kebijakan sehingga masyarakat dapat menilai memilihnya atau tidak”. Penegasan tersebut diurai dalam materinya dengan tajuk “Dana Kampanye, Politik Uang, Netralitas ASN, dan Berita Bohong”.  *MattKido

Editor : Putra Al-Ghifary