Lompat ke isi utama

Berita

Nagaburit Bawaslu Alor: Menjemput Maghrib, Menenun Nilai Ramadan untuk Masa Depan Demokrasi

humas

 

Kalabahi – Humas Bawaslu ALor. Mengisi bulan suci Ramadan dengan semangat penguatan nilai-nilai kebangsaan, Bawaslu Kabupaten Alor kembali menggelar agenda rutin "Ngabuburit Edisi II" Jumat (06/03/2026). Bertempat di kantor Bawaslu Alor, kegiatan ini mengusung tema reflektif: “Nilai Ramadan Terhadap Konsolidasi Bangsa Menghadapi Demokrasi.” 

Kegiatan yang berlangsung menjelang waktu berbuka puasa ini tidak hanya sekadar ajang berkumpul, tetapi bagaimana spirit ibadah puasa dapat menjadi fondasi kuat dalam menjaga keutuhan bangsa, terutama di tengah dinamika politik yang kian dinamis

Hadir sebagai narasumber utama, Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Kabupaten Alor, Abdul Majid Lobang, S.Sos,i. Dalam paparannya, beliau membedah bagaimana ibadah puasa bukan sekadar ritual menahan lapar, melainkan instrumen penting dalam menjaga stabilitas sosial di tengah dinamika politik.

Dalam suasana yang khidmat namun interaktif, Abdul Majid menekankan tiga pilar utama keterkaitan Ramadan dengan demokrasi:

  1. Pengendalian Diri sebagai Etika Politik: Puasa mengajarkan self-restraint (menahan diri). Dalam konteks demokrasi, kemampuan menahan diri dari menyebarkan hoaks dan ujaran kebencian adalah bentuk implementasi nyata dari nilai puasa.
  2. Kesalehan Sosial dan Persatuan: Ramadan memperkuat ikatan persaudaraan tanpa memandang sekat pilihan politik. Konsolidasi bangsa dapat tercapai jika spirit ukhuwah (persaudaraan) lebih diutamakan daripada kepentingan kelompok.
  3. Integritas dan Kejujuran: Nilai kejujuran dalam berpuasa sejatinya adalah cermin dari integritas yang dibutuhkan dalam mengawal proses demokrasi yang bersih dan adil.
  4. merawat tenun kebangsaan: terkait nilai kesabaran dan pengendalian diri dalam Ramadan dipandang sebagai penawar ampuh terhadap polarisasi dan konflik horizontal yang sering muncul dalam kontestasi politik
  5. Keadilan Sosial: mencakup semangat berbagi di bulan suci menjadi pengingat bagi para aktor demokrasi akan tujuan akhir bernegara, yakni kesejahteraan rakyat.

 

humas

 

"Demokrasi kita membutuhkan jiwa-jiwa yang tenang, jiwa yang sudah tertempa melalui madrasah Ramadan. Jika kita lulus mengendalikan diri di bulan ini, maka kita akan lulus menjaga kedamaian bangsa saat kontestasi politik melanda," ujar Abdul.

Ketua Bawaslu Kabupaten Alor Orias Langmau dalam sambutan menyampaikan bahwa kegiatan Nagaburit ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi sekaligus memberikan asupan spiritual bagi jajaran pengawas pemilu. Dengan menghadirkan perspektif keagamaan, diharapkan pengawasan pemilu di Kabupaten Alor tidak hanya dilakukan secara teknis-yuridis, tetapi juga didasari oleh nilai-nilai moral dan spiritual yang kuat.

Acara kemudian dilanjutkan dengan dialog santai dan ditutup dengan buka puasa bersama, menciptakan atmosfer kekeluargaan yang erat di antara penyelenggara pemilu dan tokoh masyarakat. Dengan kegiatan ini, Bawaslu Alor berharap pengawasan partisipatif tidak hanya lahir dari aturan hukum, tetapi juga dari kesadaran spiritual bahwa menjaga demokrasi adalah bagian dari pengabdian kepada Tuhan dan Tanah Air.

 

humas