Lompat ke isi utama

Berita

Orias Langmau di Tengah Mahasiswa: "Demokrasi Bukan Hanya Soal Bilik Suara, Tapi Tentang Tata Kelola"

humas

Kalabahi, Humas Bawaslu Alor – Suasana di Sekretariat Kerukunan Mahasiswa Alor Timur Laut (KEMILAU) pada Sabtu, (25/4/2026), terasa berbeda. Puluhan mahasiswa berkumpul, bukan sekadar untuk bersilaturahmi, melainkan untuk meneguk ilmu dari salah satu tokoh pengawal demokrasi di Kabupaten Alor.

Hadir sebagai narasumber utama, Ketua Bawaslu Kabupaten Alor, Orias Langmau, membawa narasi segar mengenai hubungan intim antara peran demokrasi dengan sistem tata kelola pemerintahan. Di hadapan para intelektual muda Alor Timur Laut, Orias menekankan bahwa demokrasi yang sehat adalah fondasi utama bagi pemerintahan yang bersih dan melayani.

 

humas

 

Dalam paparannya, Orias menjelaskan bahwa demokrasi seringkali disalahpahami hanya sebagai pesta lima tahunan. Padahal, menurutnya, esensi demokrasi terletak pada bagaimana mandat rakyat diubah menjadi kebijakan yang menyejahterakan melalui tata kelola yang transparan.

"Demokrasi tanpa tata kelola yang baik akan melahirkan kesewenang-wenangan. Sebaliknya, tata kelola tanpa jiwa demokrasi akan menjadi kaku dan menjauh dari kebutuhan rakyat," ujar Orias dengan nada penuh semangat.

Lebih lanjut Orias menjelaskan bahwa demokrasi modern harus berdiri tegak di atas prinsip-prinsip dasar seperti kedaulatan rakyat, kebebasan berpendapat, pemenuhan Hak Asasi Manusia (HAM), serta supremasi hukum.

"Demokrasi harus berjalan secara substansial untuk kebaikan masyarakat. Salah satu pilar utamanya adalah pelaksanaan Pemilu yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil (Luber Jurdil)," ujar Orias di hadapan para mahasiswa.

Selain aspek demokrasi, Orias menyoroti pentingnya tata kelola pemerintahan yang baik atau good governance sebagai kunci keberhasilan pembangunan. Menurutnya, tata kelola yang terdiri dari sistem, proses, dan struktur yang kuat akan menjamin terciptanya transparansi dan perilaku etis dalam birokrasi.

"Pemerintah pada dasarnya adalah pelayan jasa publik. Karena itu, kepentingan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Publik harus merasakan kepuasan atas layanan yang diberikan," tegasnya.

Dalam diskusi yang menyoroti tata kelola pemerintahan tersebut, Orias menjelaskan bahwa tata kelola bukan sekadar aturan formal, melainkan rangkaian sistem, proses, dan struktur yang memandu seluruh operasi birokrasi. Menurutnya tata kelola yang kuat merupakan jaminan mutlak bagi terciptanya akuntabilitas, transparansi, dan perilaku etis dalam tubuh pemerintahan. Ia menggarisbawahi bahwa orientasi utama pemerintah adalah pelayanan publik.

"Bisnis pemerintah adalah pelayanan jasa publik. Karena itu, kepentingan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Publik harus merasakan kepuasan nyata atas jasa layanan yang diberikan oleh negara," ujar Orias. Ia menambahkan bahwa penerapan good governance adalah wujud nyata dari penyelenggaraan negara yang menjunjung tinggi kedaulatan rakyat. Orias memperingatkan bahwa pengabaian terhadap prinsip good governance dapat berdampak fatal pada stabilitas sosial. Jika pembangunan dilakukan dengan mengabaikan hak-hak masyarakat atau tidak sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan, maka reaksi penolakan atau resistensi dari warga tidak dapat dihindari.

"Munculnya kecurigaan dan ketidakpastian di tengah masyarakat sering kali berakar dari pembangunan yang tidak transparan. Jika nilai-nilai yang melekat di masyarakat merasa terancam, masyarakat secara alami akan melakukan penolakan untuk melindungi hak-hak mereka," tambah Ketua Bawaslu Alor tersebut.

Beliau juga membedah bagaimana pengawasan pemilu yang ketat merupakan pintu masuk pertama untuk memastikan orang-orang yang duduk di kursi pemerintahan memiliki legitimasi moral dan hukum yang kuat untuk mengelola daerah.

Diskusi yang diselenggarakan oleh KEMILAU ini menjadi magnet bagi para mahasiswa untuk berpikir kritis. Orias mengajak mahasiswa tidak hanya menjadi penonton dalam panggung politik, tetapi menjadi "alarm" bagi jalannya pemerintahan.

Dalam diskusi hangat bersama para mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Mahasiswa Kemilau, Ketua Bawaslu Kabupaten Alor, Orias menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai moral dalam berorganisasi dan kehidupan profesional.

Ia menegaskan bahwa tantangan terbesar bagi generasi muda saat ini bukanlah sekadar meraih prestasi akademik, melainkan bagaimana mempertahankan integritas di tengah dinamika sosial yang kompleks.

Dalam penyampaiannya, sosok yang dikenal dengan sangat humanis ini menganalogikan integritas sebagai sebuah alat tukar yang sangat berharga. Ia mengingatkan para mahasiswa bahwa kejujuran dan konsistensi sikap akan menjadi penentu keberhasilan mereka di masa depan.

"Integritas adalah mata uang yang berlaku di mana saja. Baik saat kalian aktif dalam organisasi mahasiswa hari ini, maupun saat nanti kalian terjun ke dunia kerja yang sebenarnya," ujar Orias di hadapan para peserta diskusi.

Menurutnya, seseorang yang memiliki kompetensi tinggi namun tanpa integritas akan sulit mendapatkan kepercayaan (trust) dalam jangka panjang, terutama di lingkungan profesional yang penuh persaingan. Selain menyoroti karakter individu, diskusi tersebut juga membedah peran strategis mahasiswa dalam tatanan demokrasi. Orias menjelaskan konsep Check and Balances atau sistem pengawasan yang seimbang dalam pemerintahan. Ia menekankan bahwa pengawasan tidak hanya menjadi tugas lembaga negara formal seperti Bawaslu, tetapi juga menjadi tanggung jawab moral masyarakat dan mahasiswa.

Kegiatan diskusi bersama Mahasiswa Kemilau ini diharapkan dapat memicu semangat kritis mahasiswa Alor untuk lebih peduli terhadap isu-isu lokal maupun nasional. Orias berharap, dengan memahami fungsi kontrol sosial, mahasiswa tidak hanya menjadi penonton dalam proses pembangunan, tetapi aktif memastikan bahwa tata kelola pemerintahan tetap berada pada jalur yang benar demi kesejahteraan bersama.

"Pemerintahan yang bersih lahir dari pengawasan yang kuat. Dan pengawasan yang paling jujur datang dari masyarakat serta mahasiswa yang memiliki integritas," pungkasnya.

Para mahasiswa Alor Timur Laut yang tergabung dalam organisasi KEMILAU ini pun memberikan apresiasi atas kehadiran seniornya selaku Ketua Bawaslu Alor di sekretariat mereka karena merupakan bentuk dukungan nyata terhadap pengembangan kapasitas intelektual mahasiswa.

"Kami ingin mahasiswa Alor Timur Laut tidak hanya cerdas di kampus, tapi melek terhadap realita tata kelola di daerah kita. Materi  hari ini adalah bekal berharga bagi kami sebagai adik adik yang sementara menuntut ilmu di bangku perkuliahan," ungkap salah satu perwakilan pengurus KEMILAU.

Kegiatan yang berlangsung hingga sore hari itu ditutup dengan sesi diskusi interaktif yang hangat, meninggalkan kesan mendalam bahwa masa depan Alor ada di tangan mereka yang berani memahami, mengawal, dan mencintai demokrasi dengan cara yang benar.