Refleksi 18 Tahun Mengawal Demokrasi: Bawaslu RI Gelar Halal bi halal dan Santuni Anak Yatim
|
Kalabahi, Humas Bawaslu Alor – Suasana penuh kekeluargaan menyelimuti Gedung Bawaslu RI pada Rabu (8/4/2026). Menjelang hari jadinya yang ke-18, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Republik Indonesia menggelar acara Halalbihalal sekaligus Peringatan HUT ke-18 yang jatuh tepat pada esok hari, 9 April 2026.
Acara yang mengusung tema “Menjalin silahturahmi menguatkan solidaritas” diikuti seluruh keluarga besar pengawas pemilu dari Sabang sampai Merauke secara daring. Meskipun berpusat di Jakarta, kemeriahan acara terasa hingga ke pelosok negeri. Tercatat, pimpinan dan staf Bawaslu dari tingkat Provinsi hingga Kabupaten/Kota se-Indonesia. Secara khusus, dari Bawaslu Kabupaten Alor, hadir melalui ruang media daring (Zoom Meeting) Ketua Bawaslu Alor Orias Langmau bersama Anggota, Salim Suro Ratu dan Staf Sekretariat.
Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja dalam sambutannya menekankan bahwa usia 18 tahun adalah momentum kematangan lembaga dalam menjaga kedaulatan rakyat.
"Di usia yang ke-18 ini, Bawaslu bukan sekadar lembaga pengawas, tapi penjaga gawang demokrasi yang harus makin solid dan humanis. Halalbihalal hari ini adalah momentum untuk menyucikan hati dan memperkuat barisan," ujarnya.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Bawaslu RI Ferdinand Eskol Tiar Sirait dalam sambutannya, juga menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh staf yang telah bekerja keras mengawal proses demokrasi sepanjang tahun-tahun krusial sebelumnya.
Ferdinand menekankan bahwa Idulfitri bukan sekadar perayaan kemenangan spiritual, melainkan momentum untuk melakukan "reset" terhadap hubungan antarpersonal di lingkungan kerja.
"Momentum Halalbihalal ini harus kita jadikan sebagai jembatan untuk mempererat kembali tali persaudaraan. Setelah kita melewati dinamika pengawasan pemilu yang melelahkan, inilah saatnya kita meleburkan segala perbedaan dan khilaf demi satu tujuan: dedikasi untuk bangsa," ujar Ferdinand di hadapan para pejabat struktural dan staf.
Mengawal sambutannya, Sekjen yang memiliki latar belakang pendidikan multidisiplin ini mengajak seluruh pegawai untuk kembali bekerja dengan energi baru. Ia berharap semangat maaf-memaafkan hari ini dapat bertransformasi menjadi kolaborasi yang lebih solid dalam mendukung tugas-tugas pengawasan yang dilakukan oleh para Anggota Bawaslu RI.
"Mari kita buka lembaran baru dengan semangat 'Sinergi dan Integritas'. Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 H, mohon maaf lahir dan batin atas segala kekurangan selama saya memimpin sekretariat ini”.
Ada yang berbeda dalam perayaan kali ini. Alih-alih pesta pora, Bawaslu RI memilih untuk berbagi kebahagiaan dengan memberikan santunan kepada puluhan anak yatim. Penyerahan santunan dilakukan secara simbolis oleh jajaran Pimpinan Bawaslu RI sebagai wujud rasa syukur atas perjalanan panjang lembaga selama hampir dua dekade.
Kegiatan sosial ini diharapkan dapat mengetuk sisi kemanusiaan para pengawas pemilu dalam menjalankan tugas negara, bahwa di balik ketegasan aturan, ada nilai kepedulian yang tetap harus dijunjung tinggi.
Acara dilanjutkan dengan penyampaian tausiah keagamaan, doa bersama, dan diakhiri dengan ramah tamah serta tradisi bersalaman (mushafahah) sebagai simbol gugurnya kekhilafan antar-sesama pengawal demokrasi.