SMKN 1 Kalabahi Gaungkan Demokrasi, Inche Mengajak Memilih Ketua OSIS Secara Cerdas dan Berintegritas
|
Kalabahi, Humas Bawaslu Alor. SMK Negeri 1 Kalabahi, menggelar kegiatan pendidikan demokrasi bagi siswa-siswi sebagai bagian dari rangkaian kegiatan kokurikuler. Kegiatan yang berlangsung di Aula SMK Negeri 1 Kalabahi, Selasa (20/10/2026), ini bertujuan menanamkan pemahaman tentang demokrasi sekaligus mempersiapkan generasi muda menjadi pemilih yang cerdas dan bertanggung jawab.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMK Negeri 1 Kalabahi, Fister A. Lobang, S.Pd.,Gr, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari agenda kokurikuler yang berlangsung selama satu pekan, pada 19–24 Oktober 2026. Puncak rangkaian kegiatan ini bertepatan dengan momentum peringatan Sumpah Pemuda.
Menurutnya, pendidikan demokrasi tidak cukup hanya dipahami sebagai konsep, tetapi perlu dipraktikkan secara langsung dalam kehidupan sekolah, salah satunya melalui proses pemilihan Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS).
“Momentum ini menjadi ruang bagi siswa-siswi untuk memahami demokrasi secara nyata, bukan hanya sebagai konsep, tetapi juga melalui praktik langsung dalam memilih pemimpin,” jelasnya.
Ia menambahkan, agenda tersebut berfokus pada pembentukan calon pemimpin OSIS yang berkarakter, unggul, dan terampil. Karena itu, para siswa diharapkan mengikuti setiap tahapan dengan baik agar proses pemilihan dapat berlangsung secara demokratis dan menghasilkan pemimpin yang mampu menjalankan amanah.
Dalam kesempatan tersebut, Therlince Loisa Mau Anggota Bawaslu Alor menegaskan bahwa memilih pemimpin harus dilakukan secara cerdas, menggunakan hati nurani, serta disertai pemikiran kritis. Siswa Siswi agar tidak menentukan pilihan hanya karena kedekatan pertemanan atau hubungan pribadi dengan calon tertentu.
Ia menekankan pentingnya mengenali rekam jejak setiap calon serta mempertimbangkan karakter, tanggung jawab, kejujuran, keadilan, dan kedisiplinan sebagai dasar dalam menentukan pilihan.
“Adik-adik harus memilih berdasarkan hati nurani, bukan karena kedekatan. Kenali rekam jejak calon dan pilih pemimpin yang jujur, adil, bertanggung jawab, disiplin, serta tidak pilih kasih,” pesannya.
Menurutnya, visi dan misi calon Ketua OSIS juga menjadi aspek penting yang harus diperhatikan. Melalui visi dan misi, para pemilih dapat mengetahui niat, gagasan, serta program kerja yang ditawarkan untuk memajukan organisasi dan mengembangkan potensi siswa di lingkungan sekolah.
Dengan demikian, pemilihan Ketua OSIS diharapkan menjadi sarana pembelajaran demokrasi yang mengajarkan siswa untuk menghargai perbedaan pilihan, menjaga netralitas, dan menghormati hak setiap pemilih.
Dalam kegiatan tersebut, Inche juga menyinggung peran dan fungsi Bawaslu. Ia menjelaskan bahwa tugas Bawaslu mencakup pengawasan, pencegahan, dan penindakan terhadap pelanggaran pemilu. Para siswa juga diperkenalkan dengan jenis-jenis pelanggaran, termasuk pelanggaran administratif dan tindak pidana pemilu.
Selain itu, ia mengingatkan bahaya politik uang yang tidak hanya berbentuk pemberian uang, tetapi juga dapat berupa barang atau bentuk pemberian lainnya yang bertujuan memengaruhi pilihan seseorang.
Inche mengajak para siswa untuk menjadikan pemilihan Ketua OSIS sebagai ruang belajar yang bebas dari praktik politik uang, tekanan, maupun tindakan yang dapat mencederai prinsip demokrasi.
“Jangan sampai ada praktik politik uang dalam pemilihan OSIS. Proses ini harus berjalan sesuai amanah, sehingga adik-adik dapat belajar memilih pemimpin secara jujur dan bertanggung jawab,” tegasnya.
Lebih jauh, Inche berharap kegiatan pendidikan demokrasi ini dapat menjadi bekal mendasar bagi siswa-siswi untuk memahami hak dan tanggung jawab mereka sebagai pemilih pemula.
Pengalaman memilih pemimpin di lingkungan sekolah merupakan langkah awal untuk membangun kesadaran demokrasi yang dapat diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Ia pun mengajak seluruh siswa agar menjalani setiap proses pemilihan dengan baik, menghormati perbedaan pilihan, serta mampu mengimplementasikan nilai-nilai demokrasi dalam kehidupan sehari-hari.