Lompat ke isi utama

Berita

Srikandi Alor Perkuat Benteng Demokrasi

humas

 

Kalabahi – Humas Bawaslu Alor. Di tengah deburan ombak Selat Pantar dan semilir angin di pesisir Nusa Kenari, sebuah gerakan besar sedang tumbuh. Bukan sekadar tentang politik elektoral, melainkan tentang penguatan martabat suara rakyat. Bawaslu Kabupaten Alor menggandeng komunitas Suara Perempuan Alor (SUPER) dalam sebuah agenda konsolidasi demokrasi yang progresif.

Langkah ini bukan tanpa alasan. Di Alor, perempuan bukan hanya pengelola rumah tangga, melainkan pilar moral komunitas. Melibatkan mereka dalam pengawasan partisipatif adalah kunci untuk menciptakan pemilu yang bersih, adil, dan bermartabat.

Konsolidasi ini menitikberatkan pada beberapa poin strategis yang menjadi keresahan bersama yakni:

  1. Lawan Politik Uang: Perempuan seringkali menjadi sasaran utama praktik money politics. Bersama SUPER, Bawaslu mengedukasi bahwa kedaulatan suara tidak bisa ditukar dengan materi sesaat.
  2. Pengawasan Partisipatif dari Akar Rumput: Anggota komunitas SUPER Alor menjadi "mata dan telinga" tambahan bagi Bawaslu untuk melaporkan dugaan pelanggaran.
  3. Literasi Politik: Memastikan perempuan Alor tidak hanya sekadar datang ke TPS, tetapi paham akan hak-haknya sebagai pemilih cerdas.

Ketua Bawaslu Alor Orias Langmau dalam kesempatan tersebut mengatakan pentingnya Bawaslu melakukan konsolidasi demokrasi agar kita secara bersama- sama melihat potensi kerawanan kedepan. Disampaikan Langmau bahwa hal ini sejalan dengan visi misi yang diterbitkan Bawaslu di Tahun 2025 yaitu “kolaborasi memperkokoh demokrasi subtansial melalui pengawasan pemilu yang berintegritas dalam mewujudkan Indonesia maju menuju Indonesia emas” dan misi, “memperkuat kemitraan pengawas pemilu dengan masyarakat sipil, dan pemangku kepentingan dalam menghadapi pemilu yang partisipatif yang jujur dan adil”.

 

Menurutnya, seringkali partisipasi perempuan hanya dilihat sebagai pemenuhan kuota atau angka di surat suara. Namun, kita tahu kenyataannya lebih dari itu. Hak perempuan dalam politik bukan sekadar hak untuk dipilih atau memilih, melainkan untuk mendapatkan keadilan dalam setiap prosesnya. 

kaum perempuan juga memiliki hak untuk mendapatkan Keadilan dari diskriminasi sehingga tidak boleh ada lagi intimidasi terhadap pilihan politik perempuan. Dan juga harus ada keadilan dalam Pelaporan, sehingga dengan adanya konsolidasi seperti ini tentu Bawaslu menjadi rumah yang aman bagi perempuan untuk melaporkan pelanggaran tanpa rasa takut.

Disampaikan Langmau bahwa demokrasi akan terasa hambar jika hanya didominasi satu suara. Kehadiran kaum perempuan di Alor melalui wadah SUPER adalah energi baru. 

 

humas

 

“mereka adalah barisan terdepan dalam menjaga integritas pemilu di lingkungan keluarga dan tetangga,” Ungkap Langmau saat berkunjung ke Sekretariat Supar Alor, Jumat (06/03/2026). 

Ditambahkan Koordinator Divisi (Kordiv) Penangan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Alor, Therlince Loisa Mau mengatakan di tengah lanskap politik yang dinamis, demokrasi bukan sekadar prosedur di bilik suara, melainkan napas panjang keterlibatan masyarakat. Menyadari hal tersebut, Bawaslu Kabupaten Alor perlu menggandeng SUPER Alor dalam sebuah langkah strategis yaitu konsolidasi demokrasi berbasis Partisipasi. 

“Konsolidasi ini bukan sekadar pertemuan seremonial, melainkan upaya sadar untuk memperkuat jejaring pengawasan hingga ke akar rumput. Fokus utamanya adalah Edukasi dan Pelibatan aktif,” Kata Ince.

Selain itu kata Ince, Sinergi antara Bawaslu Alor dan SUPER Alor ini membuktikan bahwa menjaga demokrasi tidak bisa dilakukan sendirian oleh lembaga penyelenggara pemilu, namun dengan memperluas jejaring ke kelompok perempuan, kita sedang membangun ekosistem pengawasan yang mandiri. Selain itu dilakukan evaluasi terhadap kasus-kasus yang ada secara bersama- sama sehingga menjadi bahan bakar untuk memperbaiki strategi komunikasi dan pencegahan di masa mendatang. Ia berharap agar bersama SUPER Alor, demokrasi di Alor harus tetap tegak, bukan karena ketatnya sanksi, tapi karena tingginya kesadaran rakyatnya.

Kehadiran Bawaslu Alor disambut baik oleh pengurus SUPER Alor karena Sinergi ini membuktikan bahwa pengawasan pemilu tidak harus selalu kaku dan formalistik. Melalui pendekatan dialogis khas perempuan Alor yang penuh kehangatan namun tegas, maka potensi gesekan sosial di tingkat bawah dapat diredam sedini mungkin keterlibatan perempuan dalam pengawasan pemilu. 

Dengan bersatunya Lembaga Pengawas dan Kekuatan Sipil Perempuan, Alor sedang mengirimkan pesan kuat bahwa demokrasi di daerah kepulauan pun bisa tumbuh sehat dan tangguh jika dijaga dengan hati dan demokrasi yang sehat adalah demokrasi yang menjunjung tinggi keadilan gender. Mari kita jadikan momentum ini untuk memastikan bahwa suara perempuan Alor bukan hanya terdengar di bilik suara, tapi juga bergema dalam setiap keputusan besar di daerah ini.