Lolly Suhenty: PPID Harus Menjadi Tanggung Jawab Seluruh Devisi
|
Kupang, Humas Bawaslu Alor- Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia dan Organisasi (SDMO) Bawaslu Kabupaten Alor Amirudin Bapang, S.Pt menghadiri undangan Kegiatan Pengelolaan dan Pengembangan Layanan Informasi yang diselenggarakan oleh Bawaslu Provinsi NTT. Kegiatan yang dipusatkan di Aula Bawaslu Provinsi NTT, Kamis (12/05/2022).
Turut hadir dalam acara pembukaan, Ketua Bawaslu Provinsi NTT didampingi keempat anggota. Kegiatan yang digagas masih dalam suasana Idul Fitri, mengahdirkan Narasumber langsung dari Bawaslu RI ibu Lolly Suhenty, S.Sos.I., MH. Dalam pemparannya secara daring, Lolly Suhenty menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bawaslu Provinsi dan Kabupaten/Kota se-NTT. dalam pengelolaan PPID harus menjadi tanggung jawab seluruh devisi bukan dibebankan kepada divisi tertentu saja.
"Sebenarnya jajaran kita sudah menjalankan dengan baik seluruh kerja-kerja secara profesional, namun kenapa masih banyak juga yang kemudian diadukan ke DKPP karena bisa jadi, kita punya keterbatasan untuk menjelaskan dengan baik ke publik karena hampir kurang lebih 54% yang diadukan direhabilitasi nama baiknya" ucap Lolly.
pengelolaan Layanan informasi bertumpu pada dua hal yakni mengintegrasikan data untuk keterbukaan informasi serta menumbuhkan kepercayaan publik dan pemanfaatan tekhnologi informasi dalam kerja-kerja pengawas pemilu. Oleh karena itu keterbukaan dan pemanfaatan tekhnologi menjadi hal urgen yang harus terus diperhatikan dengan baik. Ujar Lolly
Hal senada juga disampaikan oleh Anggota Bawaslu Provinsi NTT Jemris Fointuna bahwasanya apa yang selama ini kita kelola mesti ada peningkatan-penigkatan dalam rangka menjawab kebutuhan publik dalam menyajikan setiap data yang diinginkan oleh publik.
Lebih lanjut tuntutan publik akan semakin banyak, karena berkaitan dengan seluruh tahapan penyelenggaraan pemilu yang berlangsung. Oleh karena itu setiap data yang disajikan terus memperhatikan ketentuan yang ada" tutur Jemris.
Kegiatan tersebut dihadiri secara langsung oleh koordinator divisi yang membidangi data dan informasi dari 22 Kabupaten/Kota se Provinsi NTT.*Tim