Perkuat Kapasitas Lembaga, Bawaslu Alor Gelar Evaluasi Kinerja dan Bedah Modul "Bawaslu Membelajarkan"
|
Kalabahi, Humas Bawaslu Alor – Dalam upaya menciptakan birokrasi yang responsif dan kompeten, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Alor menyelenggarakan kegiatan Evaluasi Kinerja dan Peningkatan Berkelanjutan, yang berlangsung di Aula Sekretariat Bawaslu Alor pada Selasa, (14/4/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum penting karena dirangkaikan dengan pembedahan Modul "Bawaslu Membelajarkan", sebuah inisiatif strategis untuk mentransformasi pola pikir dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan Bawaslu Alor.
Fokus pembahasan kali ini tertuju pada Modul 24 yang masuk dalam Klaster 8, dipaparkan langsung oleh Koordinator Sekretariat Bawaslu Kabupaten Alor, Ruth L. Kafelbang.
Dalam pemaparannya, Ruth menekankan pentingnya penguasaan materi pada Klaster 8 yang berkaitan erat dengan tata kelola administrasi dan dukungan operasional pengawasan. Beberapa poin krusial yang dibahas meliputi:
Penyelarasan Tugas Pokok dan Fungsi: Memastikan dukungan sekretariat berjalan linier dengan kebijakan teknis yang diambil oleh pimpinan komisioner.
Efektivitas Komunikasi Internal: Mengatur alur koordinasi antar divisi agar tidak terjadi tumpang tindih informasi dalam pelaksanaan tahapan pemilu.
Profesionalitas Sumber Daya: Mendorong setiap staf untuk proaktif dalam membedah modul secara mandiri sebagai bagian dari budaya organisasi "Bawaslu Membelajarkan".
"Internalisasi ini bukan sekadar rutinitas, melainkan upaya kita memastikan bahwa setiap personil di Sekretariat Bawaslu Alor memiliki standar kompetensi yang sama dalam mengawal proses demokrasi," ujar Ruth di sela-sela pemaparannya.
Selain bedah modul, rapat penguatan kapasitas ini juga bertujuan untuk menyelaraskan ritme kerja antar divisi. Ruth mengingatkan bahwa penguatan lembaga dimulai dari soliditas tim sekretariat yang profesional.
"Modul 'Bawaslu Membelajarkan' ini adalah roh bagi peningkatan kapasitas kita. Jika SDM kita kuat dan cerdas secara regulasi, maka marwah lembaga Bawaslu Alor akan semakin terjaga dalam mengawal demokrasi," tutupnya.
Lebih lanjut Ruth menekankan bahwa evaluasi kinerja bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan instrumen untuk melihat sejauh mana efektivitas kerja-kerja sekretariat dalam mendukung tugas-tugas pengawasan.
"Kita tidak boleh berpuas diri dengan pencapaian yang ada. Evaluasi ini adalah pijakan untuk peningkatan berkelanjutan. Setiap kendala yang ditemukan di lapangan harus dijawab dengan solusi yang inovatif dan terukur," ujar Ruth di hadapan seluruh staf sekretariat guna menjadi panduan bagi internal Bawaslu dalam mendalami regulasi, kode etik, serta teknis pengawasan yang lebih komprehensif.
Sementara dalam arahan pembuka yang disampaikan oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Alor, Orias Langmau, menegaskan bahwa seluruh jajaran harus menjadikan rapat pembinaan ini sebagai ruang belajar bersama untuk memperkokoh pondasi institusi.
Orias menggarisbawahi bahwa penguatan kelembagaan bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan bentuk penyegaran komitmen moral bagi setiap pengawas pemilu.
"Kita semua hadir di sini untuk belajar. Rapat pembinaan ini adalah fokus perhatian kita bersama. Saya menekankan pentingnya komitmen integritas dalam menerapkan seluruh aturan yang ada terkait kerja-kerja lembaga," ujar Orias.
Beliau menambahkan bahwa integritas adalah harga mati dalam menjalankan tugas pengawasan, terutama saat menghadapi dinamika politik yang terus berkembang.
Pada sesi diskusi, Koordinator Divisi ( Kordiv) penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Alor Therlince Loisa Mau berharap agar melalui perpaduan rapat evaluasi dan penguatan kapasitas ini, seluruh jajaran Bawaslu Alor dapat menciptakan ekosistem kerja yang lebih solid. Ince berharap agar setiap materi yang dibedah dapat langsung diimplementasikan dalam kerja nyata.
Ditambahkan Kordiv HP2H Salim Suro Ratu bahwa dengan memahami aturan secara utuh dan menjaga integritas, kita memastikan bahwa melalui giat seperti ini kita bisa meninjau efektivitas kerja kelembagaan yang telah berjalan dan mengidentifikasi celah yang perlu diperbaiki untuk meningkatkan kompetensi kita.
Kegiatan ini juga diwarnai dengan sesi diskusi interaktif. Para peserta rapat melakukan diskusi terkait implementasi poin-poin yang ada di Modul 24 untuk dilakukan penyesuaian. Dengan terlaksananya bedah modul ini, diharapkan jajaran Sekretariat Bawaslu Alor semakin solid dan siap memberikan dukungan administratif maupun teknis yang prima bagi suksesnya pengawasan pemilu di Kabupaten Alor kedepan.